2.Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja[Kembali]
KONTROL KUALITAS UDARA PADA RUMAH SAKIT
Aplikasi Sensor Gas MQ7 untuk mendeteksi karbon monoksida di Area Boiler dan Aplikasi sensor gas Mq-2 mendeteksi kebocoran Hidrogen di ruang penyimpanan oksigen
Aplikasi Sensor Gas
PRINSIP KERJA :
Sensor gas Mq7Diletakkan di are boiler rumah sakit akan mendeteksi kebocoran karbon monoksida, sensor gas terhubung ke dua output dengan 2 kondisi.
- Jika kadar Co >5% (kebocoran ringan)
Pada kondisi ini menandakan kebocoran ringan yang akan diatasi dengan aktifnya katup yang akan membersihkan kebocoran gas,
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Motor yang menandakan aktifkan katup otomatis yang akan membersihkan kebocoran gas
- Jika kadar Co >20% (kebocoran Parah)
Pada kondisi ini menandakan kebocoran parah yang menandakan perlu dilakukan evakuasi segera.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan LED indikator tanda bahaya dan juga alarm evakuasi
SENSOR GAS MQ2
Diletakkan diruang penyimpanan oksigen yang akan mendeteksi kebocoran hidrogen, juga memiliki 2 kondisi yaitu:
- Jika terdeteksi kadar H2 1-2%
Kondisi ini menandakan kebocoran hidrogen yang diperlukan evakuasi segera karna kebocoran terjadi ruang oksigen.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan LED indikator tanda bahaya dan juga alarm evakuasi
- Jika terdeteksi kadar H2 >4%
Kondisi menandakan bahwa kebocoran oksigen melewati batas eksplosif yang memungkinkan terjadi ledakan sehingga diperlukan evakuasi segera.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan LED indikator tanda bahaya dan juga alarm evakuasi.
APLIKASI SENSOR SUHU SEBAGAI PANEL SUHU DAN PENDETEKSI SUHU RUANGAN OPERASI
Aplikasi Sensor Suhu
Sensor suhu akan terhubung ke mikroprosesor ATMEGA16 dan juga terhubung ke 7 segmen yang akan menjadi panel suhu ruangan operasi.
Ruang operasi memiliki treshold suhu ruangan yaki 18-22 Derajat celcius
Selain itu sensor suhu juga memiliki 2 output lainnya dengan 2 kondisi :
- Jika suhu <18 Derajat celcius
Kondisi menandakan bahwa suhu ruangan terlalu rendah, sehingga diperlukan penanganan segera.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan LED indikator tanda bahaya dan juga alarm evakuasi
- Jika suhu > 22 derajat celcius
Kondisi menandakan bahwa suhu ruangan terlalu tinggi, sehingga diperlukan penanganan segera.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan LED indikator tanda bahaya dan juga alarm evakuasi
APLIKASI PIEZO SENSOR SEBAGAI PENDETKSI TEKANAN UDARA DI RUANG ISOLASI POSITIF DAN NEGATIF
Aplikasi Sensor tekanan Udara
Ruang isolasi positif dan ngetaif punya treshold tekanan udara yaitu
ruang positif +2.5Pa
Ruang Positif -2.5Pa
Piezo sensor memiliki 2 kondisi yaitu :
- Jika terdeteksi tekanan udara <2.5Pa
Menandakan bahwa suhu ruangan terlalu rendah sehingga air conditioner akan aktif untuk mengatur kondisi udara.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan motor.
- Jika Terdetksi tekanan udara >=2.5Pa
Menandakan bahwa suhu ruangan terlalu tinggi sehingga filter pembuangan udara akan aktif untuk mengatur kondisi udara.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan motor
APLIKASI LDR SENSOR UNTUK MENDETEKSI PARTIKULAT PADA RUANG ISOLASI
Aplikasi Sensor Cahaya
Sensor Ldr akan memiliki 3 kondisi berbeda yaitu :
- Jika Cahaya terdeteksi 50-100 Lux
Kondisi menandakan bahwa udara diruang isolasi berada dalam kondisi bersih/aman.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Lampu Led biru.
- Jika Cahaya terdeteksi 30-50 Lux
Kondisi menandakan bahwa udara diruang isolasi berada dalam kondisi tercemar, sehingga diperlukan penangan segera.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Lampu Led Merah dan juga alarm
- Jika Cahaya terdeteksi <30 Lux
Kondisi menandakan bahwa udara diruang isolasi berada dalam kondisi tercemar berat, sehingga evakuasi.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai ketiga yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Lampu Led Merah dan juga alarm
APLIKASI SENSOR OKSIGEN UNTUK MENGUKUR KADAR OKSIGEN DI RUMAH SAKIT
Aplikasi Sensor oksigen
PRINSIP KERJA :
Sensor oksigen akan mendeteksi kadar oksigen dirumah sakir, sensor ini akan memiliki 4 kondisi yaitu :
- Jika kadar oksigen <19%
Menandakan bahwa kadar oksigen terlalu rendah sehingga beresiko pusing mual dan sebagainya.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai Pertama yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Lampu Led kuning tanda resiko.
- Jika kadar oksigen <21%
Menandakan bahwa kadar oksigen normal
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai Kedua yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Lampu Led hijau tanda aman.
- Jika kadar oksigen <23%
Menandakan bahwa kadar oksigen tinggi sehingga beresiko kebakaran.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai Ketiga yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Alarm evakuasi.
- Jika kadar oksigen >50%
Menandakan bahwa kadar oksigen terlalu tinggi sehingga beresiko keracunan.
Voutputnya akan diumpankan menuju rangkai Ketiga yang akan melewati Detector Non Inverting ke transistor, lalu ke kaki base trasnsitor ke kaki emittor dan menuju ground, Vinput dari VCC akan melewati relay lalu masuk ke kaki colector dan lalu ke kaki emittor dan ground, Voltmeter akan mendeteksi tegangan >0,7V yang manyatakan transistor dalam kondisi aktif sehingga relay akan aktif dan mengaktifkan Alarm evakuasi.
- Download HTML Klik Disini
- Download Rangkaian Klik disini
- Download Video Klik Disini
- Download Library klik disini
- Link Datasheet Touch Sensor Klik Disini
- Link Data Sheet Op Amp Klik Disini
- Link Datasheet PIR Sensor Klik Disini
- Link Datasheet Infra Red Sensor Klik Disini
- Datasheet sensor Proximity Klik Disini
- Datasheet Baterai Klik Disini
- Datasheet relay Klik disini
- Datasheet Voltmeter Klik Disini
- Datasheet Motor DC Klik Disini
- Datasheet Transistor Klik Disini
- Datasheet Dioda Klik Disini
- Datasheet OP AMP 124 Klik Disini
- Datasheet Resistor Klik Disini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar